11 Januari 2011

INTEGRITAS


Di antara kedua belas murid Yesus ada tiga orang yang lebih sering diikutkan bersama-sama dengan Yesus, yaitu: Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Yohanes 21

Di antara kedua belas murid Yesus ada tiga orang yang lebih sering diikutkan bersama-sama dengan Yesus, yaitu: Petrus, Yakobus dan Yohanes. Alkitab menuliskan, pada waktu Yesus membangkitkan anak Yairus, hanya mereka bertiga yang diikutkan, pada waktu Yesus dipermuliakan di atas bukit, mereka bertiga ada di situ menyaksikan kejadiannya. Tetapi walaupun begitu dekat dan hampir selalu bersama-sama dengan Yesus, Petrus pernah berkhianat kepada Yesus. Petrus pernah menyatakan bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Yesus walaupun yang lainnya akan meninggalkan Dia. Tetapi ternyata apa yang diperbuat Petrus berbeda dengan apa yang diucapkannya. Alkitab menuliskan, pada waktu ayam berkokok, Petrus sudah menyangkal Yesus tiga kali. Dan pada waktu akhirnya Yesus harus disalibkan, Petrus dan Yohanes serta Yakobus kembali kepada kehidupan sebelum mereka dipanggil mengikut Yesus yaitu menjadi nelayan. Dengan menyangkal Yesus, kerohanian Petrus menjadi terpuruk. Bukan itu saja, bahkan pada waktu mencari ikanpun Petrus tidak mendapatkan apa-apa. Ini merupakan keterpurukan ganda yang dialami oleh Petrus akibat tidak memiliki integritas.
Kisah Petrus membawa kita untuk berpikir tentang Integritas. Apa sebetulnya integritas? Integritas berbicara tentang totalitas, keseluruhan, wholeness (utuh), apa yang kita katakan itulah yang kita lakukan/kerjakan. Kalau kita coba tanyakan kepada diri kita masing-masing, apakah yang paling terutama dalam hidup kita? Mungkin jawaban kita berbeda-beda atas pertanyaan ini. Ada yang menjawab Tuhanlah yang terutama. Kalau kita menjawab Tuhan yang terutama, selanjutnya untuk membuktikan apakah Tuhan yang terutama harus ada introspeksi atas jawaban tersebut tentang berapa banyak waktu yang kita berikan kepada Tuhan, bagamana keikutsertaan kita dalam pekerjaan Tuhan. Atau mungkin ada diantara kita menjawab yang terutama adalah keluarga, maka akan ada instrospeksi tentang berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk keluarga, bagaimana kita berlaku sebagai bagian dari keluarga. Ada banyak lagi jawaban orang tentang apa yang terutama dalam hidupnya. Tetapi yang terpenting adalah apakah kita mempunyai integritas untuk membuktikan apa yang kita ucapkan. Kalau kita mengatakan kesehatan itu penting tetapi kita tidak pernah berolah raga atau makan dengan teratur, maka kita gagal untuk membuktikan integritas terhadap yang kita perkatakan.

Begitulah sikap Petrus yang sempat tidak punya integritas dihadapan Tuhan. Apa yang Petrus lakukan ternyata tidak sesuai dengan yang diperkatakan. Tetapi puji Tuhan, Yesus yang adalah Tuhan, Dia sungguh Tuhan yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Ketika Petrus ada dalam keterpurukan akibat tidak memiliki integritas, Yesus kembali memberikan kesempatan. Ada 3 hal yang Yesus lakukan ketika Dia bertemu dengan Petrus yang tidak memiliki integritas, yaitu:
1. Mencari (Yoh 21:4)
Firman Tuhan dalam Yoh 21:4 berkata,”Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.” Ketika Petrus dan murid-murid yang lain kembali kepada pekerjaan semula sebagai nelayan, Yesus mencari dan menampakkan diri kepada mereka.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari firman ini? Allah melalui Yesus Kristus mencari yang terhilang. Firman Allah mengatakan bahwa Anak Manusia mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Pada waktu manusia mengambil inisyatif untuk berbuat dosa, antara Allah dan manusia ada jurang pemisah. Dosa dan kekudusan Allah tidak dapat bersatu. Tetapi puji Tuhan, melalui pengorbanan Yesus Kristus di Golgota, terjadi pendamaian antara manusia yang berdosa dengan Allah. Akhirnya ada jembatan untuk manusia dapat masuk ke dalam hubungan dengan Bapa. Melalui jembatan yaitu kematian Kristus, manusia dapat memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Layaknya seperti sepasang suami isteri, dalam keintimannya mereka mendapatkan seorang anak. Demikian juga keintiman kita dengan Tuhan akan menghasilkan mujizat. Sebab itu sebagai anak-anak Tuhan yang telah diselamatkan, tetaplah menjaga keintiman dengan Tuhan agar kita senantiasa mengalami mujizat yang dari pada Tuhan.

2. Mengasihi (Yoh 21:5)
Yesus memberikan perhatian kepada Petrus sekalipun dia sudah berkhianat. Pada waktu itu Petrus dan murid-murid yang lain menjala ikan sepanjang malam tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi pada waktu Petrus sedang membersihkan jalanya setelah sepanjang malam mencari ikan, Yesus mendatangi Petrus dan menyuruh untuk menebarkan jala di tempat yang lebih dalam. Pada waktu itu Petrus memberikan respon yang baik dengan mengikuti apa yang Yesus perintahkan sehingga Petrus megalami kelimpahan. Bagi seorang nelayan, waktu yang baik untuk menangkap ikan adalah malam hari, bukan siang hari. Tetapi ketika Petrus mengikuti apa yang diperintahkan oleh Yesus sekalipun tidak masuk akal, Petrus mengalami kelimpahan yang luar biasa.

Ketahuilah, Yesus adalah kasih. Siapapun dan bagaimanapun keadaan kita, Yesus tetap mencari dan mengasihi kita. Ia mau menuntun kita seperti yang dilakukanNya kepada Petrus. Meskipun Petrus sudah menyangkal Dia, Yesus tetap mengasihi bahkan menuntunnya untuk mendapatkan berkat. Sebab itu, pada waktu ada diantara saudara kita yang mengingatkan dan mengajak kita untuk beribadah, janganlah menunda-nunda dengan berbagai alasan “masih banyak persoalan” atau “masih belum layak.” Apapun keadaan kita saat ini, berikanlah diri untuk dikasihi dan dipulihkan serta dituntun oleh Tuhan.

3. Memberikan Kesempatan (Yoh 21:15)
Yesus memberikan kembali kesempatan kepada Petrus untuk melayani. Petrus sepertinya mengalami pengulangan-pengulangan dalam komitmennya bersama Kristus. Tetapi melalui pengulangan-pengulangan itu, Petrus menjadi lebih baik dalam kedewasaannya. Petrus semakin disertai Tuhan dan muncul sebagai sosok yang punya integritas. Bahkan sejarah mencatat, akhir dari pada hidup Petrus adalah martir dengan disalib terbalik. Petrus menerima dengan sungguh-sunguh kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Biarlah ketiga hal ini menjadi pelajaran bagi kita, sehingga seperti apapun keadaan hidup kita hari ini, Tuhan berinisyatif untuk mencari, mengasihi, dan memberikan kembali kesempatan kepada kita. Amin. Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selengkapnya di http://triwied77.blogspot.com Cara Membuat Menu Horizontal Pada Blogspot Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial