Mazmur 23 : 4 “ Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman ..”
Mazmur 23 ini dituliskan oleh Daud. Daud sebagai seorang gembala domba, dia menuliskan Mazmur 23 sebab dia punya pengalaman dalam menggembalakan domba-dombanya. Pada zaman dulu, seorang gembala membawa domba-dombanya mendaki gunung bahkan juga turun ke lembah, lembah yang kelam.
Arti melewati lembah kekelaman :
I. Lembah kekelaman itu tidak pandang bulu. Bahkan orang baikpun mengalami lembah kekelaman. Lembah kekelaman itu juga dialami oleh orang-orang seperti Daud, Yeremia, rasul Paulus; mereka mengalami masa-masa yang sukar dan sulit dalam hidup mereka, bahkan orang saleh, orang benar yang namanya Ayubpun mengalami derita yang begitu berat. Jadi baik orang benar maupun orang fasik semuanya, tanpa terkecuali juga mengalami lembah kekelaman.
Mazmur 11 : 5a “ Tuhan menguji orang benar dan orang fasik. “ Dalam versi Youth American Bible disebutkan “the Lord test the good and bad. “
II. Lembah kekelaman itu tidak bisa diprediksi. Datangnya masalah, kesulitan dan kesukaran itu tidak bisa diprediksi, ia datang secara tiba-tiba, tidak bisa dijadwalkan dan tidak bisa direncanakan. Kita tidak bisa berpesan terlebih dulu kepada sekretaris kita, oh nanti kalau masalah itu datang kita bikin jadwal bulan depan saja, karna bulan ini saya lagi sibuk, ndak bisa ngurus yang namanya masalah-masalah, problema-problema. Sdr, yang namanya lembah kekelaman itu tidak bisa diprediksi kapan itu terjadi, tidak bisa diramalkan dengan kemampuan kita sebagai manusia yang amat terbatas, tidak bisa !
Tetapi yang namanya problema, permasalahan, bagaikan lembah yang kelam itu datangnya tiba-tiba, tidak bisa diprediksi terlebih dulu.
Yeremia 4 : 20 “ Kehancuran demi kehancuran dikabarkan, seluruh negeri dirusakkan; kemahku dirusakkan dengan tiba-tiba, tendaku dalam sekejab mata. “ Contoh Aceh, Mentawai, Merapi belum lagi gempa dimana-mana.
Nah, begitulah keadaaan negara kita saat ini, kabar dan berita yang mencemaskan, kejadian dan peristiwa yang menyedihkan, itulah yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air kita, Indonesia, bahkan kalau kita telusuri di seluruh dunia, manusia saat ini sedang berada dalam ketakutan, kecemasan, kegelisahan. Kapan datangnya lembah kekelaman itu ? Tidak bisa diprediksi, tidak bisa dijadwalkan.
Saudara, satu hal yang terpenting yang patut kita ketahui dikala kita menghadapi lembah kekelaman : Lembah kekelaman itu hanya bersifat sementara, ini perlu kita camkan !
Mazmur 23 : 4 “ Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman. Dalam terjemahan King James: “ Even though I walk through the valley of the shadow of death …”
Kata through artinya melintasi, berjalan melewati. Bagaikan kita masuk ke terowongan, sebentar saja, tidak lama. Nah begitulah lembah yang kelam yang kita alami itu, kita cuma melintasi dan melewatinya saja, sebab lembah kekelaman itu sifatnya sementara.
Itu sebabnya saat saya sedang menghadapi orang-orang yang sedang bergumul dalam hidupnya, orang-orang yang dilanda kesukaran dan kesusahan, ada satu hal yang sering saya tekankan : BERTAHAN dan KUATLAH ! Sebab berlangsungnya itu tidak lama. I Petrus 1 : 6 mencatat “ Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Seketika artinya singkat, sesaat. Lembah kekelaman itu tidak selamanya. Lembah kekelaman itu bukan merupakan akhir dari segala-galanya, hanya seketika, hanya sesaat saja. I Petrus 5 : 10 “ Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. “
III. Lembah kekelaman bukanlah akhir dari segala-galanya tapi hanya sebuah proses, pemurnian seizin Tuhan ( I Petrus 1 : 7 ) , tujuannya : untuk membentuk iman kita, iman yang tahan uji, memurnikan iman. Contoh : Pendaki gunung, bagaimana caranya apat menaklukkan gunung.
Kekristenan itu perlu diuji, sebab lewat ujian inilah Tuhan akan semakin memurnikan kita ( Ayub 7:17-18). Lihat saja pribadi Ayub; pribadi Ayub secara rohani adalah seorang yang saleh, dia punya kerohanian yang cukup baik, yang cukup mantap.
KESIMPULAN :
Setiap manusia pasti akan menghadapi lembah kekelaman. Tetapi ingat!,
Lembah kekelaman sifatnya sementara, tetap bertahan dan kuat
Karena kita hanya melintasinya saja dan semuanya akan segera berlalu dan pada akhirnya kita akan melihat ternyata semua ujian dan pencobaan yang kita hadapi itu telah memurnikan iman kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar