
“Kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir adalah sebuah drama kehidupan yang sangat spektakuler. Bagaimana tidak, seluruh bangsa Israel berbondong-bondong keluar dari tanah Mesir menuju sebuah negeri perjanjian, negeri yang dijanjikan Tuhan atas mereka. Selama 40 tahun mereka melewati berbagai medan perjalanan yang menantang. Kadang melewati gunung, padang gurun, menyeberangi lautan dan berjalan dalam lembah. Belum lagi peperangan demi peperangan yang harus mereka hadapi. Tetapi di dalam semuanya itu, Tuhan senantiasa menyertai mereka dan menunjukkan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar dan ajaib dalam hidup mereka.
Salah satu babak dalam perjalanan bangsa Israel adalah saat mereka berada di Rafidim (Keluaran 17:1-15). Di sana, mereka tidak menemukan air untuk diminum sehinga mereka bertengkar dengan Musa. Mereka bersungut-sungut dan menyalahkan Musa karena membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan mereka pun meragukan penyertaan Tuhan atas mereka. Dan Tuhan kembali memberikan mukjizat bagi mereka. Air keluar dari gunung batu setelah Musa memukulkan tongkatnya di gunung batu itu. Masih di Rafidim, lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel. Yosua pun berperang menghadapi mereka. Berikutnya yang terjadi adalah ketika Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel dan supaya Musa terus bisa maengangkat tangannya, Harun dan Hur menopang tangan Musa sampai bangsa Amalek dikalahkan oleh Yosua dan pasukannya.
Kisah perjalanan bangsa Israel tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita saat ini. Allah telah memanggil kita keluar dari perbudakan dosa dan membawa kita memasuki tanah perjanjian. Seperti bangsa Israel, tujuan Allah memanggil bangsa Israel keluar dari tanah Mesir bukan sekadar membawa mereka memasuki tanah perjanjian, melainkan Tuhan rindu membawa mereka datang kepada diri-Nya sendiri, menjadikan kita menjadi harta kesayangan-Nya, kerajaan imam serta menjadikan kita sebagai bangsa yang kudus (Keluaran 19 : 4-6).
Kita melihat, bahwa hidup kita adalah sebuah perjalanan. Perjalanan panjang yang melewati berbagai medan. Ada kalanya kita melintasi gunung-gunung dan bukit yang berbunga atau kehidupan yang penuh berkat dan hidup berkemenangan, tetapi kadang juga kita melewati lembah penuh derita dan air mata. Dan ketika kita berada dalam lembah, ada bahaya yang mengancam. Ada musuh yang siap menyerang kita, yaitu bangsa Amalek. Siapa bangsa Amalek? Bangsa Amalek adalah bangsa yang tinggal di lembah dan mereka siap menyerang orang-orang yang ada di lembah. Amalek juga gambaran kedagingan atau keakuan kita. Jadi kita perlu waspada dan berhati-hati jika saat ini berada dalam lembah.
Siapa saja yang bisa diserang oleh Amalek? Berdasarkan Ulangan 25 : 18-19, setidaknya ada 4 golongan orang yang bisa menjadi mangsa empuk bagi bangsa Amalek, yaitu :
1. Orang yang ada di barisan belakang.
Orang yang ada di barisan belakang adalah mereka yang masih suka tersinggung, tidak punya pendirian, mudah putus asa dan cepat menyerah. Orang-orang yang seperti ini akan menjadi sasaran empuk iblis untuk dikalahkan. Sebab mereka tidak lagi memiliki semangat juang yang tinggi. Bukan hanya itu saja. Orang-orang yang ada di barisan belakang adalah orang-orang yang dahulunya sangat bersemangat dalam melakukan segala macam pekerjaan dan tiba-tiba mundur dan patah semangat ketika tantangan datang menghadang.
2. Orang yang terhuyung-huyung
Mengapa orang menjadi terhuyung-huyung? karena mereka kurang makan. Akibatnya tubuh mereka menjadi lesu tak bertenaga. Ia menjadi bosan dan tidak punya gairah yang bergelora. Dan orang yang terhuyung-huyung akan cepat ambruk tatkala diterjang badai.
Secara rohani, orang yang terhuyung-huyung adalah orang yang kurang makan makanan firman Tuhan. Karena tidak terisi oleh firman Tuhan, maka mereka tidak bisa berjalan dengan baik dan terhuyung-huyung kala dihantam badai persoalan. Jika itu yang sedang kita alami, berhati-hatilah!
3. Orang yang lemah
Orang yang lemah pun menjadi sasaran empuk bagi Amalek. Orang yang lemah selalu merasa tidak mampu dan tidak berdaya. Padahal kita ditetapkan sebagai seorang pemenang, bahkan lebih dari pemenang. Karena itu kuatkan diri kita. Bangunlah dan jadilah kuat.
4. Orang yang dalam lembah
Orang-orang yang sedang berada dalam lembah sangat memiliki potensi yang besar untuk menerima serangan Amalek. Mereka akan dengan mudah dikalahkan. Karena itu cepat bangkit dan berjalanlah kembali. Maju dan jangan pernah mundur dan berlama-lama tinggal dalam lembah.
Keempat golongan orang tersebut adalah sasaran empuk bangsa Amalek. Lalu sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk mengalahkannya? Ingat, selain sebuah perjalanan, hidup kita adalah peperangan. Kala Yosua berperang melawan Amalek, ia mengalahkannya dengan mata pedang. Ini sangat relevan dengan keadaan kita hari-hari ini. Kita harus belajar menggunakan pedang, yaitu firman Allah sendiri. Kita harus dan wajib hidup di dalam firman Allah.Kita perlu mengerti firman Allah dan sekaligus menjadi pelaku firman dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita bisa mendapatkan kekuatan dan senjata untuk mengalahkan musuh. Karena itu, hari ini bangkitlah dan miliki kemerdekaan yang sesungguhnya di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Bersama Yesus, kita pasti mendapatkan kemenangan demi kemenangan. Amin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar