.jpg)
Sebagian orang seringkali membiarkan “gembok” ikatan pernikahan mereka terbuka. Ikrar “baik dalam suka dan duka…sampai maut memisahkan kita” kedengarannya terlalu beresiko.
Bahkan beberapa pendeta liberal mengatakan bahwa pernikahan yang kita kenal selama ini sudah ketinggalan zaman. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa orang-orang yang menikah cenderung lebih bahagia dan sehat.
Survey membuktikan bahwa 95% orang Amerika menganggap bahwa pernikahan dan kehidupan berkeluarga sangatlah penting.
Allah memasang gembok pada ikatan pernikahan karena manusia memerlukan dukungan dan pemenuhan yang melekat pada komitmen seumur hidup. Kej 2 : 18 dikatakan bahwa… “Tidak baik manusia seorang diri….”
Kita perlu mengetahui bahwa Allah bukan sekedar arsitek pernikahan tetapi juga pengikat dalam pernikahan. Sebuah pernikahan hendaknya merupakan ikatan dari tiga pribadi :
Suami, Istri dan Tuhan Yesus Kristus. Dasar dari pernikahan orang Kristen sesungguhnya adalah komitmen untuk mengasihi dan menghormati Allah.
Pertanyaannya adalah Adakah Yesus merupakan orang ketiga dalam pernikahan kita ?
A. Dia mampu memberikan stabilitas yang kekal dalam sebuah hubungan yang baru
B. Dia juga sanggup membangkitkan kembali kasih yang mulai goyah
Tetapi kita perlu menyerahkan diri kepadaNya, membiarkan Dia menuntun kita kepada terang firmanNya, sehingga Dia dapat menjad dasar bagi kehidupan kita. Dia adalah dasar yang kuat bagi ikatan pernikahan.
Ada 3 tahapan dalam kehidupan pernikahan atau berumah tangga :
1. Masa Bulan Madu : masa dimana semuanya serba indah
2. Masa Transisi : masa dimana keadaan tidak lagi seperti yang dibayangkan di awal pernikahan ada konflik, tekanan serta rasa bosan dalam pernikahan tetapi sekali lagi dalam hal ini hendaknya suami mauoun istri harus melibatkan Tuhan lagi sebagai peribadi yang ketiga
3. Masa Pendewasaan : masa dimana semuanya berjalan dengan saling memahami serta menghormati, sudah tahu karakter masing-masing pasangan.
Biarlah Tuhan menjadi pribadi yang ketiga dalam setiap kehidupan pernikahan kita. Tuhan Yesus Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar