
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa satu tahun setelah Natal 2010 kemarin sudah berlalu dan sekarang tibalah kita di bulan Desember 2011 dimana umat Kristiani di seluruh dunia akan kembali merayakan Natal. Sebagaimana diketahui bahwa Natal adalah hari kelahiran Tuhan Yesus ditengah – tengah dunia, Dia menjadi manusia untuk menggenapi rencana Bapa terhadap kita, anak – anakNya.
Ada banyak cara – cara orang untuk menyambut natal, setiap kita tentunya sudah mempersiapkan pohon natal dirumah dan dihias bersama keluarga untuk menambah suasana Natal, banyak juga yang sibuk mempersiapkan acara Natal di gereja – gereja atau dimanapun, baju baru menjelang Natal pun pastinya sudah dipersiapkan untuk menyambut Natal. Berbagai hal tersebut tentunya adalah kebiasaan yang dilakukan menjelang Natal, tetapi pernahkan terlintas di benak kita tentang apa arti dari natal itu sendiri?
Sedikit saja orang yang benar – benar menyadari makna dari adanya Natal hanyalah sekedar moment setiap tahun yang dirayakan bersama keluarga ataupun sahabat terdekat. Perlu diketahui bahwa Natal adalah permulaan dari perjalanan Tuhan Yesus di dunia untuk menebus dosa kita dan menyelamatkan kita dari maut. Natal adalah hari kelahiranNya; kelahiran yang membawa dan sukacita bagi yang terpuruk, dan kelahiran yang membawa kekuatan bagi yang lemah. Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia adalah awal dari perjalanan penebusannya bagi dosa manusia, karena Ia telah lahir dan membawa kehidupan baru bagi manusia, maka sebagai umat yang ditebusNya, kita patut untuk juga mengalami “kelahiran baru” dengan meninggalkan kebiasaan – kebiasaan lama yang tidak berkenan dihatiNya dan senantiasa hidup dipimpin oleh Roh Kudus yang membawa kita pada hidup yang baru. Dengan memberi diri kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita memulai suatu hidup yang baru bersama Kristus dengan tingkah laku, pikiran, perkataan dan kebiasaan yang terus - menerus diperbaharui menjadi serupa seperti Kristus.
Natal bukanlah tentang kemewahan dan kemeriahan suasana yang tercipta dari keindahan dekorasi. Natal juga bukan hanya sekedar memiliki baju baru yang indah dengan dandanan yang terbaik, tapi terlebih dari itu Natal yang sesungguhnya akan lebih bermakna ketika kita menyadari akan kasih Bapa yang kekal melalui anakNya yang tunggal bagi dunia yang rela mengorbankan anakNya untuk turun ke dunia dan menjadi manusia untuk menebus kita dari maut.
Oleh karena itu mari ungkapkan rasa syukur kita dengan hidup sesuai dengan apa yang Ia kehendaki didalam hidup kita dengan merendahkan hati untuk hidup dipimpin oleh Roh-Nya. Natal bukanlah natal sebelum natal itu terjadi dalam hati tiap orang yang merayakannya.
Merry Christmas!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar